Motif: Penggerak Tokoh

Motif adalah alasan yang menggerakkan si tokoh untuk bertindak, entah melakukan hal baik atau buruk. Idealnya setiap tokoh penting dalam cerita kita, baik protagonis maupun antagonis, punya motif masing-masing. Perbenturan motif bisa menjadi penyebab terjadinya konflik (walaupun konflik juga bisa tercipta dari perubahan keadaan).

Tadi pagi saya terpikir bahwa ada dua macam motif berdasarkan kegawatannya, yaitu motif latar belakang dan motif desakan. Saya ambil contohnya dari novel Vandaria Saga: Hailstorm karya Fachrul R.U.N. Arius Hailstorm membuka jalan ke alam Reigner (semacam alam setan) untuk mencari kekuatan yang bisa menandingi kaum frameless (kaum bersihir). Itu motif latar belakangnya.  Tapi apa yang membuatnya harus melakukan itu SEKARANG JUGA? Keluarga-keluarga lain sudah menuding Hailstorm merencanakan sesuatu yang berbahaya. Bisa-bisa rencana Arius digagalkan sebelum membuahkan hasil apa-apa. Dia harus mewujudkan misinya sekarang juga walaupun persiapan belum matang.

Arius Hailstorm, ilustrasi oleh V. Weyland (Atama Studio)

Jadi, motif latar belakang mempengaruhi ada apa sementara motif desakan menentukan kenapa sekarang. Lantas saya terpikir dua macam motif lagi berdasarkan skalanya, yaitu motif kepentingan pribadi dan motif kepentingan umum. Dalam City of Bones karya Cassandra Clare, ibu tokoh utama diculik antagonis. Itu menjadi motif desakan pribadi yang membuat tokoh utama (Clary) PASTI bergerak mencari dan mencegah rencana jahat antagonis. Motif kepentingan umumnya adalah si antagonis mencari pusaka yang disembunyikan ibunya Clary; pusaka yang bisa digunakan untuk mencelakakan orang banyak.

Lily Collins sebagai Clary Fray dalam syuting film City of Bones, berlari setelah mendengar terjadi sesuatu kepada ibunya lewat telepon (klik foto untuk lihat sumber)

Sebuah cerita tidak harus mempunyai keempat macam motif tersebut. Tapi jika pembaca beta naskahmu berkomentar ceritamu kurang menggigit, mungkin kamu tertarik mencobanya. Dalam kasus Clary di atas, bila ibunya tidak diculik, mungkin ia tetap membantu tapi tidak punya alasan untuk ikut serta dalam adegan klimaks. Dalam kasus Arius, kurangnya persiapan akibat motif desakan membuat ketidakpastian peserta misi bisa kembali (kalaupun selamat di alam Reigner).

Bagaimana dengan ceritamu? 🙂

Advertisements